Tampilkan postingan dengan label info buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

AKU TAHU ISLAM

Foto: AKU TAHU ISLAM
 
Eksplorasi awal dunia Islam
Ukuran 19 x 23,5 cm
20 Jilid

Aku Tahu Islam adalah ensiklopedi Islam yang ditujukan bagi pembaca, khususnya anak-anak usia sekolah dasar kelas 2 sampai kelas 4. Materi yang terdapat di dalam buku ini mencakup segala aspek tentang Islam yang perlu dan ingin diketahui anak.

Aku Tahu Islam terdiri dari 20 jilid utama dan dilengkapi dengan 1 jilid Pedoman Orangtua dan Pembimbing Anak. Selain itu, Aku Tahu Islam dilengkapi dengan permainan anak-anak berupa kartu kuartet yang bernuansa Islam. Isinya diambil dari semua tema yang diangkat dalam buku Aku Tahu Islam, yakni sebanyak 20 tema. Dengan permainan ini, pengetahuan yang telah diperoleh anak melalui buku akan lebih tertanam secara menyenangkan.

Isi buku ini telah melalui penilaian pemerhati pendidikan, pakar agama Islam, dan pakar psikologi, yakni Prof. Dr. Komaruddin Hidayat sebagai Pemimpin Redaksi dan Prof. Dr. Fuad Hassan sebagai Pembaca Ahli. Karena itu, terbitnya buku ini patut disambut baik oleh orangtua, anak-anak, dan para pembimbing anak karena isi dan penyajiannya dinilai tepat bagi kebutuhan anak, baik dari aspek kelengkapan isi, pendidikan, maupun perkembangan psikologi anak.

Seluruh ilustrasi buku Aku Tahu Islam dikerjakan oleh para ilustrator yang memiliki karakteristik gambar khusus, namun telah disatukan dalam desain yang selaras sehingga memberi nuansa sama bagi keseluruhan jilid buku. Dengan bantuan orangtua atau pembimbing lain, buku ini akan lebih menarik untuk dibaca dan dipahami bersama. Buku ensiklopedi Islam anak Aku Tahu Islam ini diharapkan menjadi buku referensi yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengantarkan mereka dalam memahami dan mencintai Islam. 
Harga : Rp 1.500.000, 
HP : 081329324778 / 085867771166. Pin : 25B5831A 
Eksplorasi awal dunia Islam
Ukuran 19 x 23,5 cm
20 Jilid

Aku Tahu Islam adalah ensiklopedi Islam yang ditujukan bagi pembaca, khususnya anak-anak usia sekolah dasar kelas 2 sampai kelas 4. Materi yang terdapat di dalam buku ini mencakup segala aspek tentang Islam yang perlu dan ingin diketahui anak.

Aku Tahu Islam terdiri dari 20 jilid utama dan dilengkapi dengan 1 jilid Pedoman Orangtua dan Pembimbing Anak. Selain itu, Aku Tahu Islam dilengkapi dengan permainan anak-anak berupa kartu kuartet yang bernuansa Islam. Isinya diambil dari semua tema yang diangkat dalam buku Aku Tahu Islam, yakni sebanyak 20 tema. Dengan permainan ini, pengetahuan yang telah diperoleh anak melalui buku akan lebih tertanam secara menyenangkan.

Isi buku ini telah melalui penilaian pemerhati pendidikan, pakar agama Islam, dan pakar psikologi, yakni Prof. Dr. Komaruddin Hidayat sebagai Pemimpin Redaksi dan Prof. Dr. Fuad Hassan sebagai Pembaca Ahli. Karena itu, terbitnya buku ini patut disambut baik oleh orangtua, anak-anak, dan para pembimbing anak karena isi dan penyajiannya dinilai tepat bagi kebutuhan anak, baik dari aspek kelengkapan isi, pendidikan, maupun perkembangan psikologi anak.

Seluruh ilustrasi buku Aku Tahu Islam dikerjakan oleh para ilustrator yang memiliki karakteristik gambar khusus, namun telah disatukan dalam desain yang selaras sehingga memberi nuansa sama bagi keseluruhan jilid buku. Dengan bantuan orangtua atau pembimbing lain, buku ini akan lebih menarik untuk dibaca dan dipahami bersama. Buku ensiklopedi Islam anak Aku Tahu Islam ini diharapkan menjadi buku referensi yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengantarkan mereka dalam memahami dan mencintai Islam.
Harga : Rp 1.500.000,

Selasa, 04 Juni 2013

RIHLAH IBNU BATHUTHAH Memoar Perjalanan Keliling Dunia di Abad Pertengahan

Penulis: Muh. Abdullah bin Bathuthah
  Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
  Isi:  610 hal. HVS, Hard cover
  Ukuran: 15,5 x 24,5 cm
  Harga resmi:  Rp 110.000,-  


SINOPSIS:

Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Bathuthah adalah seorang pengembara (traveler), petualang (adventure), dan pengamat (viewer) yang membuat catatan harian tentang negeri-negeri yang ia kunjungi dalam pengembaraannya. Catatan perjalanan yang dikenal dengan buku "Rihlah Ibnu Bathuthah" ini ditulis setelah dirinya mengunjungi berbagai belahan dunia, kemudian mengamati kebudayaan, adat istiadat, dan perilaku masyarakat di negeri-negeri yang ia kunjungi, terutama wilayah yang dipimpin oleh kesultanan Islam.


Banyak kisah menarik yang diceritakan dalam buku catatan perjalanan Ibnu Bathuthah ini, terutama cerita-cerita tentang para sultan, para syaikh, sejarah sebuah negeri, falsafah kehidupan masyarakat setempat dan lain sebagainya yang ia tulis berdasarkan pengamatan langsung dari negeri-negeri yang ia kunjungi. Dari India sampai negeri Cina, dari Afrika sampai Nusantara, Ibnu Bathuthah menceritakan perjalanannya secara apik dan mengesankan. Ia misalnya, menceritakan kunjungannya bertemu dengan Sultan Jawa (Sultan Nusantara) dari Kerajaan Samudera Pasai, Sultan Malik Az-Zhahir.


Ibnu Bathuthah sendiri menyebut hasil karyanya ini sebagai persembahan seorang pengamat tentang kota-kota asing dalam perjalanan yang menakjubkan, yang ia tuangkan dalam sebuah catatan perjalanan. Sebagai sebuah catatan perjalanan membaca buku ini seperti mendengarkan seorang pemandu wisata (guide tour) bercerita tentang negeri-negeri yang menakjubkan dari segala sisi. Pembaca seolah diajak berkelana menyusuri negeri-negeri yang ia kunjungi, kemudian memetik hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian dalam perjalanan.


Ibnu Bathuthah berhasil merangkai sebuah catatan perjalanan sebagai karya sejarah bermutu tinggi, yang bisa dijadikan rujukan bagi mereka yang ingin mengetahui sejarah sebuah bangsa dan peradaban manusia.
 






"Menjadi Ahli Tauhid di Akhir Zaman", buku seru di akhir tahun 2012



Sesuai judul yang dipilih ‘Menjadi Ahli Tauhid di Akhir Zaman: Muwahhidin Menghadapi Konspirasi Global Thaghut Internasional, buku terbaru Granada Mediatama ini memfokuskan kajiannya pada tiga perkara pokok dan menghadirkannya dalam tiga bab.
Perkara pertama, hakekat tauhid dan kaitan eratnya dengan Islam kaaffah. Karya ini menjelaskan kepada para pembacanya bahwa sebenarnya tauhid bukan sebatas perkara-perkara agama yang dibahas dalam kitab-kitab akidah dan tauhid semata. Tauhid memiliki kaitan erat dengan perkara ibadah secara luas, perundang-undangan, akhlak, pemikiran dan iptek, peradaban dan bahkan media massa. Tauhid berkaitan erat dengan seluruh lini kehidupan umat manusia. Sehingga muslim yang bertauhid sejati adalah muslim yang mengamalkan Islam secara kaafah. Ini merupakan kajian Bab I.
Perkara kedua, hakekat thaghut yang harus dikufuri oleh setiap muslim agar keislamannya sah. Meskipun mengkufuri thaghut dan mengimani Allah merupakan dua sisi dari satu mata uang yang tidak bisa dipisahkan sehingga menjadi inti dakwah seluruh nabi dan rasul, pada realitanya masih banyak umat Islam yang belum memahami hakekat thaghut yang harus dikufuri tersebut.
Kajian ini menjelaskan definisi thaghut, beragam klasifikasi thaghut, proses dan sejarah merasuknya thaghut ke tengah umat Yahudi, Nasrani dan Islam. Kajian ini menyajikan fakta dan analisa sejarah yang cukup ringkas namun detil, mengurai benang merah thaghut internasional dan thaghut nasional, beberapa problem terbesar kaum muslimin dan dampak-dampaknya bagi dominasi thaghut internasional-nasional terhadap kehidupan mereka.
Kajian ini juga tidak lupa membahas contoh ‘thaghut internasional’ yang paling menonjol di bidang ideologi, politik, dan ekonomi. Inilah kajian Bab II dalam buku ini.
Perkara ketiga, beberapa kewajiban, perencanaan dan langkah nyata yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim di akhir zaman ini untuk merealisasikan tauhid dan mengkufuri thaghut. Bahasan ini merupakan panduan ringkas dan praktis bagi setiap individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat Islam.
Bahasan ini menguraikan pergulatan tauhid vs thaghut dalam segala bidang, strategi dan tahapannya. Bidang dakwah, tarbiyah, gerakan massa sipil dan bahkan jihad fi sabilillah. Strategi jangka pendek dan strategi jangka panjang. Tahapan pergulatan lokal dan global.
Muara kajian Bab III adalah umat Islam bisa bernaung di bawah panji Islam pada akhir zaman ini, yang penutupannya kelak akan dipimpin oleh imam Al-Mahdi dan nabi Isa bin Maryam ‘alaihis salam. Sekaligus terhindar dari panji kekufuran pada akhir zaman ini yang penutupannya kelak akan dipimpin oleh Dajjal la’natullah ‘alaih.
Buku setebal 432 halaman ini layak menyandang predikat buku tema akhir zaman yang “komprehensif” dan “solutif”. Kajian dalam buku ini sungguh sangat menarik, runut dan berbobot. Bagi Anda yang belum berkesempatan membaca isi buku ini, setidaknya bisa menikmatinya dari daftar isinya. Berikut ini kami kutipkan daftar isi buku “Menjadi Ahli Tauhid di Akhir Zaman” terbitan Granada Mediatama.
Daftar Isi Buku
Kata pengantar penulis
BAB I: Laa Ilaaha Illa Allah menuju muslim Kaaffah
Ribuan nabi dan rasul, satu ajaran dakwahnya
Laa Ilaaha Illa Allah meniadakan sekulerisme
Membangun Umat Rabbaniyah: Laa Ilaaha Illa Allah Dalam Sejarah Kaum Yahudi dan Nasrani
Tauhid Dalam Dakwah Nabi Muhammad SAW
a. Metode Al-Qur’an dalam meneguhkan Laa Ilaaha Illa Allah dalam jiwa kaum muslimin
b. Metode Rasulullah SAW menanamkan Laa Ilaaha Illa Allah dalam jiwa kaum muslimin
c. Laa Ilaaha Illa Allah menyelesaikan beragam problem dan krisis kehidupan
Konskuensi-konskuensi Laa Ilaaha Illa Allah
a. Konskuensi Iman
b. Konskuensi Ibadah
c. Konskuensi Perundang-undangan
d. Konskuensi Akhlak
e. Konskuensi Pemikiran
f. Konskuensi Peradaban
BAB II: Selayang Pandang Tentang Thaghut Internasional
Definis Thaghut Secara Bahasa dan Istilah
a. Definisi Thaghut Secara Bahasa
b. Definisi Thaghut Secara Istilah
Thaghut Berakal dan Thaghut Tidak Berakal
a. Thaghut Berakal
b. Thaghut Tidak Berakal
Thaghut Ibadah, Thaghut Ketaatan, dan Thaghut Hukum
a. Thaghut Ibadah
b. Thaghut Ketaatan
c. Thaghut Hukum
Benang Merah Sistem-sistem Thaghut Internasional
a. Masa-masa Kegelapan Eropa, Sistem Teokrasi dan Tirani Gereja
b. Penolakan Masyarakat Eropa Terhadap Dominasi Gereja
c. Revolusi Perancis Mengawali Kelahiran Thaghut-thaghut Internasional Baru
d. Thaghut Charles Darwin, Teori Evolusi, dan Darwinisme
e. Darwinisme Sosial: Penerapan Hukum Rimba Dalam Kehidupan Manusia
f. Taghut Karl Marx dan Komunisme
g. Taghut Sigmund Freud dan Psikoanalisa
h. Thaghut Durkheim dan kesadaran kolektif
Jalan Thaghut Internasional Mencengkeram Dunia Islam
a. Thaghut nasional sebagai boneka thaghut internasional
b. Kenapa thaghut internasional bisa menjajah kaum muslimin?
c. Penyimpangan Akidah
  1. Membatasi pengertian ibadah pada ibadah mahdhah semata
  2. Berkembang pesatnya paham Murjiah dan dampak-dampak negatifnya
  3. Lemahnya akidah wala’ dan bara’
  4. Akidah shahihah menjadi hal asing di tengah masyarakat, bahkan dimusuhi dan diperangi
  5. Dominasi filsafat dan ilmu kalam atas diri para ulama dan karya-karya di bidang akidah
  6. Menyebar luasnya kesyirikan di tengah masyarakat
  7. Menyebar luasnya bid’ah di tengah masyarakat
  8. Menyebar luasnya paham sufi dan tarekat di tengah masyarakat
d. Penyimpangan Ilmiah
  1. Kemerosotan di bidang pendidikan dan pengajaran
  2. Fanatisme buta terhadap madzhab tertentu
  3. Menutup rapat-rapat pintu ijtihad
e. Dampak negatif Intern atas penyimpangan akidah dan ilmiah
  1. Kelemahan di bidang politik dan militer
  2. Kelemahan di bidang ekonomi
  3. Kelemahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Kelemahan di bidang sosial dan akhlak
f. Dampak negatif ekstern atas penyimpangan akidah dan ilmiah
  1. Imperialisme Barat
  2. Mengimpor isme-isme, hukum, dan pedoman hidup bangsa kafir Barat
  3. Kristenisasi
Thaghut Internasional Kontemporer yang Paling Menonjol
a. Thaghut ideologi
  1. Atheisme
  2. Materialisme
  3. Komunisme
  4. Humanisme
  5. Pluralisme
  6. Pancasila
b. Thaghut Politik
  1. Teokrasi
  2. Demokrasi
  3. Sekulerisme
  4. Zionisme
c. Thaghut Ekonomi
  1. Kapitalisme
  2. Sosialisme
BAB III: Umat Islam Melawan Thaghut Internasional di Akhir Zaman
Bidang dakwah dan tarbiyah
a. Imunisasi iman bagi setiap individu muslim
b. Mengefektifkan Pembinaan dan Peranan Keluarga
c. Sistem Pengajaran dan Pendidikan yang Islami
d. Dakwah Massal menjangkau semua kalangan
Bidang Gerakan Massa Sipil
a. Demonstrasi sipil sebagai bagian dari sarana perjuangan?
b. Dari mogok massal sampai boikot ekonomi
c. Persatuan Umat dan Media Massa Islam
Bidang Jihad fi Sabilillah
a. Klasifikasi musuh dan skala prioritas jihad
b. Jihad Individu di negeri-negeri yang dijajah secara tidak langsung
c. Langkah jangka pendek dan jangka panjang
d. Mempersiapkan jihad bangsa Islam dan umat Islam
  1. I’dad Siyasi = Persiapan Politik
  2. I’dad Amni = Persiapan Keamanan
  3. I’dad ‘Askari = Persiapan Kemiliteran
Penutup
Daftar Pustaka
(muhib almajdi/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/12/20/25558-menjadi-ahli-tauhid-di-akhir-zaman-buku-seru-di-akhir-tahun-2012.html#sthash.BlLEfKMi.dpuf

Fokus kajian buku
c. Persatuan Umat dan Media Massa Islam
Dalam buku-buku yang telah diterbitkan sebelumnya, Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah dan penerbit Granada Mediatama telah banyak membahas tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar kiamat serta kehidupan alam akhirat. Pada penerbitan kali ini, Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah dan penerbit Granada Media Tama menghadirkan karyanya dalam tema yang sama namun dengan fokus dan tujuan kajian yang berbeda.
Sesuai judul yang dipilih ‘Menjadi Ahli Tauhid di Akhir Zaman: Muwahhidin Menghadapi Konspirasi Global Thaghut Internasional, karya yang diterbitkan saat ini memfokuskan kajiannya pada tiga perkara pokok. Perkara pertama, hakekat tauhid dan kaitan eratnya dengan Islam kaaffah.Karya ini menjelaskan kepada para pembacanya bahwa sebenarnya tauhid bukan sebatas perkara-perkara agama yang dibahas dalam kitab-kitab akidah dan tauhid semata. Tauhid memiliki kaitan erat dengan perkara ibadah secara luas, perundang-undangan, akhlak, pemikiran dan iptek, peradaban dan bahkan media massa. Tauhid berkaitan erat dengan seluruh lini kehidupan umat manusia. Sehingga muslim yang bertauhid sejati adalah muslim yang mengamalkan Islam secara kaafah.
Perkara kedua, hakekat thaghut yang harus dikufuri oleh setiap muslim agar keislamannya sah. Meskipun mengkufuri thaghut dan mengimani Allah merupakan dua sisi dari satu mata uang yang tidak bisa dipisahkan sehingga menjadi inti dakwah seluruh nabi dan rasul, pada realitanya masih banyak umat Islam yang belum memahami hakekat thaghut yang harus dikufuri tersebut. Kajian ini menjelaskan definisi thaghut, beragam klasifikasi thaghut, proses dan sejarah merasuknya thaghut ke tengah umat Yahudi-Nasrani dan Islam. Kajian ini juga tidak lupa membahas contoh ‘thaghut internasional’ yang paling menonjol di bidang ideologi, politik, dan ekonomi.
Perkara ketiga, beberapa kewajiban, perencanaan dan langkah nyata yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim di akhir zaman ini untuk merealisasikan tauhid dan mengkufuri thaghut. Bahasan ini merupakan panduan ringkas dan praktis bagi setiap individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat Islam; agar mereka bisa bernaung di bawah panji Islam pada akhir zaman ini yang penutupannya kelak akan dipimpin oleh imam Al-Mahdi dan nabi Isa bin Maryam ‘alaihis salam. Sekaligus terhindar dari panji kekufuran pada akhir zaman ini yang penutupannya kelak akan dipimpin oleh Dajjal la’natullah ’alaih.
Inilah fokus kajian dalam karya terbaru Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah dan penerbit Granada Media Tama. Karya ini sendiri bertujuan memberi andil di bidang dakwah, tarbiyah, dan jihad bil lisan bagi kemaslahatan umat Islam di zaman kita hidup saat ini, yang telah semakin dekat dengan peristiwa-peristiwa dahsyat dan tanda-tanda besar hari kiamat.
Harapan kami, semoga karya ini menjadi catatan amal kebaikan di sisi Allah, diterima dan diridhai oleh-Nya, dan bermanfaat bagi kaum muslimin. Saran dan kritik yang membangun senantiasa kami harapkan dari para pembaca demi kebaikan dan kemanfaatan karya ini bagi diri kami sendiri dan kaum muslimin secara umum.
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam senantiasa dipanjatkan kepada baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarga, sahabat dan umatnya yang setia mengamalkan sunnahnya.

Fokus kajian buku

Fokus kajian buku

Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia

Foto: Jika kita masuk mesin waktu menuju kurun pertengahan  sekitar abad ke-10 Masehi dan terbang  menyusuri kota-kota dunia Islam dan kota-kota dunia  Barat, kita akan tercengang. Di satu sisi kita akan melihat  dunia yang penuh dengan kehidupan, kekuatan dan  peradaban, yakni dunia Islam. Di sisi lain kita akan melihat belahan dunia yang primitif, tak mengenal ilmu pengetahuan dan peradaban, yakni dunia Barat.

Adalah Prof. Dr. Raghib As-Sirjani. Ia berusaha mengungkap kembali kejayaan Islam tersebut. Ia menulis buku ini sebagai persembahan untuk peradaban Islam. Sebuah peradaban mengagumkan yang telah menguras perhatian para peneliti objektif dari Barat.

Yang membuat buku ini istimewa adalah, pemaparannya yang ilmiah, realistis, dan seluruh persembahan umat Islam, baik keilmuan maupun peradaban ia paparkan dengan penuh data dan argumentasi yang tak terbantahkan.

Dengan keistimewaan tersebut, wajar kalau buku ini meraih Penghargaan Presiden Mesir bidang ad-Dirasah al-Islamiah untuk tahun 2009. Sekarang, versi terjemahan buku tersebut ada di tangan Anda. Selamat menikmati.

Alhamdulillah sudah cetak ulang

=================
Silakan LIKE & SHARE

Info lengkap di
http://www.kautsar.co.id/read/book/11/11/2011/86/sumbangan-peradaban-islam-pada-dunia/Jika kita masuk mesin waktu menuju kurun pertengahan sekitar abad ke-10 Masehi dan terbang menyusuri kota-kota dunia Islam dan kota-kota dunia Barat, kita akan tercengang. Di satu sisi kita akan melihat dunia yang penuh dengan kehidupan, kekuatan dan peradaban, yakni dunia Islam. Di sisi lain kita akan melihat belahan dunia yang primitif, tak mengenal ilmu pengetahuan dan peradaban, yakni dunia Barat.

Adalah Prof. Dr. Raghib As-Sirjani. Ia berusaha mengungkap kembali kejayaan Islam tersebut. Ia menulis buku ini sebagai persembahan untuk peradaban Islam. Sebuah peradaban mengagumkan yang telah menguras perhatian para peneliti objektif dari Barat.

Yang membuat buku ini istimewa adalah, pemaparannya yang ilmiah, realistis, dan seluruh persembahan umat Islam, baik keilmuan maupun peradaban ia paparkan dengan penuh data dan argumentasi yang tak terbantahkan.

Dengan keistimewaan tersebut, wajar kalau buku ini meraih Penghargaan Presiden Mesir bidang ad-Dirasah al-Islamiah untuk tahun 2009. Sekarang, versi terjemahan buku tersebut ada di tangan Anda. Selamat menikmati.

Jejak Ramadhan di Berbagai Negara





Foto: Bagaimanakah rasanya berpuasa dan berlebaran di luar negeri? Pastilah menarik. Aneka budaya dan tradisi niscaya menambah uniknya Ramadhan dan Idul Fitri di rantau orang. Sensasi itulah yang dirasakan Nurul Asmayani dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN).

Nah, buku yang ada di tangan pembaca ini berisi kumpulan pengalaman menarik mereka di Afganistan, Albania, Aljazair, Arab Saudi, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Bosnia dan Herzegovina, Brunei Darussalam, Cina, Estonia, Filipina, Georgia, India, Irak, Iran, Jibouti, Kazakhtan, Kuwait, Kamerun, Kirgizstan, Lebanon, Libya, Malaysia, Maroko, Mesir, Mozambik, Nigeria, Oman, Pantai Gading, Pakistan, Palestina, Qatar, Rusia, Senegal, Somalia, Sudan, Tajikistan, Thailand, Tunisia, Turki, Turkmenistan, Uganda, Ukraina, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Yaman, dan Yordania.

Dengan membaca buku ini, Anda akan menemukan tradisi unik masing-masing negeri di bulan Ramadhan. Juga, memahami bagaimana kaum Muslimin setempat menjalani rukun Islam yang ketiga itu ditengah situasi dan kondisi politik yang berbeda-beda. Tentu banyak sekali manfaat dan pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman mereka. Apalagi kalau Anda memang berencana melancong ke negeri-negeri tersebut bertepetan dengan bulan puasa atau hari lebaran. Tentu akan sangat menyenangkan.
Selamat membaca!

=================

SEGERA beredar di toko buku kesayangan Anda. Saat ini baru bisa di pesan di www.kautsar.co.id

=================
Silakan LIKE & SHAREBagaimanakah rasanya berpuasa dan berlebaran di luar negeri? Pastilah menarik. Aneka budaya dan tradisi niscaya menambah uniknya Ramadhan dan Idul Fitri di rantau orang. Sensasi itulah yang dirasakan Nurul Asmayani dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN).

Nah, buku yang ada di tangan pembaca ini berisi kumpulan pengalaman menarik mereka di Afganistan, Albania, Aljazair, Arab Saudi, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Bosnia dan Herzegovina, Brunei Darussalam, Cina, Estonia, Filipina, Georgia, India, Irak, Iran, Jibouti, Kazakhtan, Kuwait, Kamerun, Kirgizstan, Lebanon, Libya, Malaysia, Maroko, Mesir, Mozambik, Nigeria, Oman, Pantai Gading, Pakistan, Palestina, Qatar, Rusia, Senegal, Somalia, Sudan, Tajikistan, Thailand, Tunisia, Turki, Turkmenistan, Uganda, Ukraina, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Yaman, dan Yordania.

Dengan membaca buku ini, Anda akan menemukan tradisi unik masing-masing negeri di bulan Ramadhan. Juga, memahami bagaimana kaum Muslimin setempat menjalani rukun Islam yang ketiga itu ditengah situasi dan kondisi politik yang berbeda-beda. Tentu banyak sekali manfaat dan pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman mereka. Apalagi kalau Anda memang berencana melancong ke negeri-negeri tersebut bertepetan dengan bulan puasa atau hari lebaran. Tentu akan sangat menyenangkan.
Selamat membaca!

Senin, 03 Juni 2013


Jual Buku UDAH PUTUSIN AJA Karya Ustadz Felix Siauw
Judul Buku : Udah Putusin Aja
No. ISBN    : 2010000083024 
Penerbit      : Mizania 
Tanggal terbit: Februari - 2013 
Penulis       : Ustad Felix Siauw (Muallaf/Penulis/Motivator/Aktivis)
Halaman    : 180 hlm plus visualisasi buku yang menarik



Jual Buku UDAH PUTUSIN AJA Karya Ustadz Felix Siauw






Sinopsis
Islam tidak pernah mengharamkan cinta. Islam mengarahkan cinta agar ia berjalan pada koridornya. Bila bicara cinta di antara lawan jenis, satu-satunya jalan adalah dengan pernikahan, yang dengannya cinta menjadi halal dan penuh keberkahan. Sebaliknya, Islam melarang keras segala jenis interaksi cinta yang tiada halal. Bukan karena apa pun, tapi karena Islam adalah agama yang memuliakan manusia dan mencegah kerusakan-kerusakan yang akan terjadi pada diri manusia itu sendiri.

Sialnya, kaum Muslim kini hidup dalam kungkungan masyarakat yang sebagian besar salah kaprah dalam cinta. Karenanya tidak dikenal lagi kesakralan pernikahan dan kesucian diri, apalagi kehormatan dan kemuliaan jiwa. Semua sudah terganti dengan pergaulan bebas, ada yang menyebutnya pacaran, teman tapi mesra, dibalut dalam alasan kakak-adik, teman dekat, ataupun yang lainnya.

#UdahPutusinAja, sebab apa pun namanya, kelak akan bersaksi seluruh bagian tubuh di depan Allah. Karenanya, sedari dini mari mendidik cinta, mengajarinya agar ia bersemi dalam taat, bukan direndahkan oleh maksiat. Ajarkan cinta agar ia benar hingga membuat pemiliknya terhormat, bukan nista yang ditanggung karena terbuai cinta yang terlaknat.

Jual Buku UDAH PUTUSIN AJA Karya Ustadz Felix Siauw

Buku #Udah Putusin Aja itu tentang apa? Sasarannya siapa?


Ada yang bilang, buku Udah Putusin Aja mengulas tentang pacaran dalam Islam. Benar sih, tapi terlalu sempit kalau mengatakan buku ini hanya bicara tentang pacaran dalam Islam. Sebab, buku ini juga hadir sebagai penuntun agar remaja muslim dan muslimah tidak salah dalam bergaul, termasuk di antaranya terjebak dalam pacaran yang sekarang seolah-olah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia pergaulan remaja. Orangtua juga perlu membaca buku ini, agar bisa menjaga putra-putri remaja mereka dari pergaulan yang tidak baik.

Di buku ini juga ada penjelasan mengapa ditulis dengan judul Udah Putusin Aja? Bukannya lebih tepat #UdahNikahinAja atau #YukPutus? Atau segala hashtag yang memotivasi agar menyegerakan menikah, bukannya provokasi untuk putus? #UdahPutusinAja memang sejatinya lebih tepat bagi pelaku pacaran. Mengapa? Sederhana saja, karena orang yang melakukan aktivitas ini adalah orang yang belum siap untuk menikah. Logikanya, bila dia sudah siap menikah, untuk apa lagi pacaran? Begitu, kan?

Lihat saja mereka yang pacaran, sebagian besar adalah anak-anak yang belum cukup umur. Masih menadah uang ke orangtua dengan seragam putih abu-abu, putih biru, bahkan putih merah. Bagaimana membicarakan pernikahan pada mereka?

OK, beberapa di antara mereka mungkin dewasa dan betul-betul siap menikah, tapi apakah orangtua mereka juga berpendapat sama dan siap menikahkan? OK, mungkin ada yang telah dewasa dan siap dinikahkan orangtuanya, tapi berapa banyak. Maka, buku Udah Putusin Aja ini lebih relevan untuk diulas sesuai dengan keadaan remaja zaman ini.
Jual Buku UDAH PUTUSIN AJA Karya Ustadz Felix Siauw

 

Buku ini dilaunching pada 14 Februari 2013 di Function Room Gramedia Matraman, Jakarta. Peserta yang hadir untuk mengikuti acara launching sangat banyak, meluber hingga ke luar ruangan. Bahkan, bukunya sendiri di hari itu sold out saking antusiasnya peserta launching hingga tertarik untuk memiliki bukunya. Selain karena strategi promosi penerbit yang tepat, baik melalui event launching dan bedah buku, keberhasilan Ustad Felix Siauw memopulerkan hashtag #UdahPutusinAja sebelum bukunya terbit juga menjadi salah satu faktor penting dalam promosi buku ini. Artinya, sebelum buku #UdahPutusinAja ini terbit, orang-orang (terutama follower @felixsiauw yang mencapai angka 250 ribuan) memang sudah mengenal judul tersebut dari hashtag yang selalu digunakan oleh penulis saat nge-tweet.

Pada 9 Maret 2013 yang lalu, penerbit mengadakan acara bedah buku Udah Putusin Aja di Islamic Book Fair, Senayan, Jakarta. Ribuan orang memadati acara tersebut dengan penuh antusias. Bukunya pun terjual dengan sangat laris, dan mencatatkan rekor sebagai buku dengan penjualan tertinggi dalam sejarah pameran buku di Indonesia.

(Sumber : http://www.dinomarket.com/PasarDino/53533349/Jual-Buku-UDAH-PUTUSIN-AJA-Karya-Ustadz-Felix-Siauw/ )

KEZALIMAN MEDIA MASSA TERHADAP UMAT ISLAM


Buku ini adalah karya seorang jurnalis televisi yang paham betul tentang jagad dunia jurnalisme. Penulis merasa prihatin karena media mass di Indonesia, segaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat terbesar di Republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghinpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.

Tentu saja, informasi yang dihadirkan tidak berhenti sampai di sini. Tujuannya adalah mengingatkan kita semua, umat Islam, agar terus mengkritisi berbagai berita yang menyangkut umat ini. Bagi para jurnalis muslim, tentu saja, informasi yang dihimpun dalam buku ini, bisa jadi bahan instropeksi agar lebih bijak dalam menyiarkan informasi ke tengah masyarakat.

Diharapkan pula, buku ini menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar'i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari skenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak. Selamat membaca.

" Revolusi media tidak akan pernah terjadi di media arus utama. Mereka lebih sibuk dengan popularitas, rating dan uang. Revolusi media lahir dari pinggir, dan dilakukan oleh sekelompok orang yang dianggap tidak ada. Siapakah mereka? Mereka adalah jurnalis Muslim yang senantiasa membela Agama Kebenaran, penuh dedikasi dan keikhlasan meski dihadapkan pada banyak keterbatasan. Salam hangat penuh cinta untuk mereka. Mari kita sambut musim semi Indonesia "
- Mohamad Fadhilah Zein, Penulis & Konsultan Media

Sabtu, 01 Juni 2013

Pengantar Studi Ilmu al-Qur'an


Judul
Pengantar Studi Ilmu al-Qur'an
Judul Asal: Mabahis fii 'Ulum al-Qur'an

Penulis
Syaikh Manna' al-Qaththan

Penerbit
Pustaka al-Kautsar

Weight:1kg
Description:

Buku ini membentangkan perbahasan ringkas tentang peri-pentingnya mempelajari dan memahami ilmu-ilmu al-Qur'an, sekaligus mengajak para pembaca mengenali al-Qur'an dan selok-beloknya dengan lebih dekat dan jelas.

Ringkasan Kandungan (Tajuk-tajuk Utama):

1 - Ulumul Qur-an dan Sejarah Perkembangannya

2 - Al Qur-an: Definisi, sifat-sifatnya, dan perbezaannya dengan hadis.

2 - Wahyu: Pengertian, cara diturunkan.

3 - Ayat Makki dan Madani

4 - Pengetahuan tentang Ayat yang pertama dan terakhir turun

5 - Asbab an-Nuzul

6 - Bagaimana Turunya al-Qur'an

7 - Pengumpulan Penerbitan al-Qur'an

8 - Turunnya al-Quran dengan tujuh Huruf

9 - Qirra'at dan Qurra'

10 - Kaedah-kaedah Penting untuk para Mufasir

11 - Perbezaan Muhkam dengan Mutasaybihat

12 - Lafaz Yang Umum dan Khusus

13 - Nasikh dan Mansukh

14 - Muthlaq da Muqayyad

15 - Manthuq dan Mafhum

16 - Kemukjizatan al-Qur'an

17 - Amtsal al-Qur'an

18 - Qasam dalam al-Qur'an

19- Jadal (debat) dalam al-Qur'an

20 - Kisah-Kisah al-Qur'an

21 - Menterjemah al-Qur'an

22 - Tafsir dan Ta'wil

23 - Syarat-syarat dan Adab Mufassir

24 - Perkembangan Tafsir dari masa ke masa

25 - Biografi beberapa mufassir.

Selasa, 28 Mei 2013

Mantan Kyai NU Meluruskan Ritual-ritual Kiai Ahli Bidah yang Dianggap Sunnah







Nisfu Sya’ban, Rebo Wekasan, Tingkepan & Bid’ah-bid’ah dari Muharram-Dzulhijjah
Ada Ritual Kyai yang Membahayakan Aqidah Ummat!!
Keadaan yang sudah buruk ini apalagi ditambah dengan merebaknya ritual-ritual para kiai ahli bid’ah yang dianggap sunnah dan diperparah lagi oleh sikap MUI dan ULAMA NU itu sendiri yang mendiamkan atas penyimpangan tersebut, karena mereka takut jabatannya lengser atau popularitasnya pudar serta tak ingin kehilangan muka, meski harus mendapat murka dari Allah.
Sudah menjadi kewajiban bagi semua Ulama, apalagi sang Mantan kiai NU. Dengan mohon pertolongan kepada Allah, penulis berupaya sekuat tenaga untuk meluruskan berbagai bentuk kekeliruan di lingkungan keluarga, santri dan jami-iyahnya, yang sering dilakukan oleh para tokoh umat atau kiai dalam menjalankan ritual-ritual tersebut, padahal tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
Penulis menyajikan masalah tersebut secara terperinci dan aktual, dilengkapi dalil dari al-Quran, as-Sunnah yang shohih dan kitab-kitab referensi dari 4 (empat) Imam Madzhab serta fatwa para Ulama Mutaqoddimin dan Mutaakhir. Setelah menelaah dan merenungkan kandungan isi buku ini, Insya Allah anda akan melihat banyaknya Ritual tersebut yang kita anggap baik dan sesuai sunnah, ternyata keliru dan tak punya dalil yang shohih.
Sekedar contoh yang sering kita amalkan: Peringatan Nisfu Syaban, Rebo Wekasan, Tingkepan, Selapanan, Puasa Rejeb dan lain-lain, banyak orang yang merasa kurang afdhol dan dikucilkan jika mereka tidak melakukan ritual-ritual tersebut. Kita hanya bisa berlindung kepada-Nya dari kejelekan amalan-amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah.
Kami menyadari bahwa tulisan Mantan KIAI NU, adik dari KH. Mujadi Pimpinan PP. KH. Mustawa, Sepanjang atau menantu Kiai Imam Hambali (nyantri langsung kepada Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asyari/Pendiri NU) dan adik ipar KH. Hasyim Hambali Pimpinan PP. Asy-Syafiiyah, dan juga adik ipar dari KH. Abdullah Ubaid Pengasuh-PP. Mambaul Quran, Tambak Sumur Waru-Sidoarjo ini, jauh dari kesempurnaan, Sekaligus menanti adanya saran dan kritik yang membangun tentunya harus berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah yang shohih dalam bimbingan pemahaman salaful ummah.
Sumber: http://www2.muslimedia.web.id/buku-islam/mantan-kyai-nu-meluruskan-ritual-ritual-kiai-ahli-bidah-yang-dianggap-sunna

Dzikir dan sholawat syirik yang membudaya





HARGA BUKU : Rp 50.000,-
Buku ini menceritakan pengalaman spiritual mantan kyai NU  bernama H. Mahrus Ali lulusan Ponpes Langitan, Tuban dan melanjutkan pendidikannya selama 7 tahun di Arab Saudi. Sebelumnya beliau hidup bergelimang dalam kesyirikan tapi akhirnya mendapat Hidayah dan menyadari kesalahannya selama ini. Lewat buku ini beliau membahas dan menguraikan secara terperinci beberapa bacaan shalawat, dzikir, doa-doa dan ritual keagamaan  yang dianggap menyimpang karena tidak ada dalam Al Quran dan hadis (tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW).
Sebagian besar bacaan Sholawat, Dzikir dan doa-doa tersebut malah termasuk “populer” dalam arti kata banyak masyarakat Indonesia yang mengamalkannya bahkan sudah turun temurun.  Diantaranya adalah Shalawat Nariyah, Sholawat AL Fatih, Sholawat Munjiyat, Sholawat Tibil Qulub dan Sholawat Badar. Bahkan Shalawat Badar  yang sangat terkenal dan sering kita dengar alunannya di radio, televisi dan ada yang menjual dalam bentuk CD nasyid, ternyata  hasil karya seorang kyai Indonesia yang bernama Kyai Ali Mansur, Banyuwangi. (*Dulu saya mengira shalawat Badar ini adalah sholawat yang senantiasa  diucapkan oleh nabi Muhammad dan para sahabatnya pada saat perang Badar untuk membangkitkan semangat pasukan Muslimin melawan pasukan Kafir)
Sholawat Badar ini asli gubahan Kyai Ali Mansyur,  Banyuwangi. Begini kisah pembuatannya: Konon, pada suatu malam (tahun 1960) beliau tidak bisa tidur karena memikirkan  situasi politik yang tidak menguntungkan NU bahkan PKI saat itu sudah berani membunuh kyai-kyai di pedesaan.  Beliau lalu menulis syair-syair dalam bahasa Arab, karena memang beliau pandai membuat syair. Konon shalawat Badar ini  dikumandangkan untuk membangkitkan semangat warga NU untuk melawan dan memerangi “Genjer-Genjer PKI” Sejak saat itulah Sholawat Badar dikumandangkan secara luas terutama oleh kaum muslimin di pulau Jawa dan terkenal hingga saat ini.
Selain membahas berbagai Sholawat, buku ini juga membahas berbagai doa, syair,  qasidah dan ritual keagamaan yang sering dilakukan kaum Muslimin tapi sebenarnya hal itu tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnyapun tidak pernah melakukannya. Misalnya bacaan doa Hizib Bahr, Dzikir Yahu, Astagfirullah Rabbal Baraya, Acara Haul di India, menanam kepala Kerbau, menyembelih Ayam putih/hitam, Khadam Asmaul Husna, Ajian penglaris, pengasihan dan lain-lain semua dibahas dan diuraikan satu persatu.
Untuk yang ingin memahami dan memperdalam agama Islam ada baiknya membaca buku ini karena buku ini bisa menambah wawasan kita dan mengusik hati nurani kita untuk mencari kebenaran sejati tentang apa yang kita yakini selama ini.  Ada baiknya buku ini kita kaji dan renungkan tidak secara emosional, karena sebagai muslim kita harus senantiasa menjaga kemurnian ajaran Islam itu sendiri dan dengan bertambahnya wawasan dan ilmu yang kita miliki, maka kita akan semakin mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah sesuai dengan akal dan hati nurani kita.

Jumat, 24 Mei 2013

Dibawah Naungan Surat At Taubah

Inilah surat At taubah, dinamakan juga surat Al Qital. Di dalamnya berisi tentang  hukum hukum dan mengatur tata hubungan antara muslimin dengan kaum kafir yang didasarkan pada kebencian kaum kafir yang menjadi permusuhan abadi yang bersifat final hingga hari kiamat.
Tafsir ini penuh dengan peristiwa peristiwa dari sirah Rasulullah SAW dan para sahabatnya, serta pengalaman sebagian putra harokah Islamiyah menghadapi penguasa Thagut. Juga memuat masalah masalah fiqih dan hal hal yang berhubungan dengan masalah syari’yah dan hukum.
Dan diantara kandungannya adalah masalah penghianatan yang ditujukan kepada islam dan kaum muslimin, menyingkap masalah nifak dan orang orang munafik, tetapi terhadap problematika yang muncul di zaman modern yang menyertai jihad, seperti tawanan , halangan terhadap jihad dan lain sebagainya.
Dengan panjang lebar syaikh Dr Abdullah Azzam menerangkan tafsir ayat ayat ini dari celah celah realita jihad amali yang terjadi di depan matanya (Jihad Afghanistan), karena memang beliau selalu berjalan bersama ayat ayat dalam celah celah realitas ini.
Oleh karena itu beliau berkata,”Sesungguhnya dien ini tidak akan dapat dipahami kecuali oleh orang orang yang berjihad untuk merealisasikan secara nyata di bumi, dan orang orang yang menghabiskan hidupnya di anata lembaran fiqh dan kitab, tidak mungkin memahami tabiat dien ini kecuali mereka berjihad untuk membelanya. Dien ini tidak dapat dipahami rahasia rahasianya oleh seorang faqih yang hanya duduk duduk, karena fiqh itu tidak diambilkesimpulannya kecuali dari perjalanan kehidupan berharokah bersama dien ini di alam realita….
Buku yang membuka mata  dan menyadarkan bagaimana kita semua masihlah belum beranjak untuk memahami dien ini…
Milikilah  :
Judul Buku  : Di Bawah naungan Surat At Taubah
Karangan : As Syahid Syeikh DR Abdullah Azzam

Shahih Fadhail Amal Jilid 1

Shahih Fadhail Amal (2 Jilid)

Shahih Fadhail Amal Jilid 1
Agama Islam selalu mendorong umat-umatnya untuk selalu berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan. Pintu amal kebaikan terbentang sedemikian lebar. Sebagian diketahui oleh kaum Muslimin dan sebagian lainnya mungkin mayoritas tidak mengetahuinya. Inilah yang menjadi masalah umat islam saat ini, keawaman dan kejahilan terhadap ajaran agama Islam.
Bagaimana mungkin mengharap sebuah kebangkitan umat islam, sementara umat islam sendiri masih awam dan jahil terhadap ajaran agama Islam itu sendiri.
Dua hal yang tidak boleh dilupakan dalam memahamkan umat adalah :
  • Prioritas
Umat harus dipahamkan terlebih dahulu terhadap berbagai aspek dasar / fundamental Islam, menyangkut Tauhid, Aqidah, Manhaj, Ibadah, Akhlak dan segi lainnya yang murni dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW dan dipahami para salaful umat.
  • Orisinalitas ( ashalah )
Yakni kemurnian ajaran Islam. Orisinalitas ibarat harga mati bagi ajaran Islam. Tidak mungkin sebuah ajaran didasarkan pada sumber-sumber yang tidak akurat  dan diragukan keasliannya. Kehancuran Yahudi dan Nasrani terjadi ketika mereka melakukan pemalsuan dan memutarbalikan terhadap Kitab yang diturunkan kepada mereka. Karena itulah Allah SWT telah menjamin untuk menjaga kitab suci Al Quran dari pemutarbalikkan dan penyimpangan. Hadits-Hadits Rasulullah SAW oleh para Ulama lewat kodifikasi dan ilmu Jarh wa Ta’dil. Tapi, lebih dari itu sekaligus yang sangat penting adalah bagaimana menyampaikan kepada umat secara orisinal dan valid.
Inilah yang ditempuh oleh para ulama dalam meriwayatkan hadits dan menulis kitab-kitab mereka. Karena itu para Dai harus berhati-hati dalam menyampaikan ajaran Islam, baik itu melalui lisan maupun tulisan.
Buku Shahih Fadhail Amal ini merupakan salah satu upaya menyampaikan ajaran Islam secara orisinal dan hati-hati. Sebagaimana diketahui, hadits-hadits tentang fadilah-fadilah amal banyak yang palsu (maudhu) dan lemah (dhaif). Karena itulah penulis mengkaji hadits-hadits yang berbicara tentang topik ini secara cermat dan sungguh-sungguh berisi hadits-hadits shahih yang berkaitan dengan fadilah-fadilah amal.
Buku Shahih Fadhail Amal ini sangat menarik untuk dibaca dan diamalkan oleh kaum muslimin sesuai dengan manhaj Salafus Shalih, karena :
  1. Tema Fadhail Amal adalah tema yang sangat rentan dengan hadits-hadits maudhu (palsu) dan dhaif (lemah), bahkan ada beberapa karangan yang khusus membahas masalah ini namun kurang memperhatikan kualitas hadits.
  2. Masyarakat kita sangat menyukai masalah fadilah-fadilah amal, sehingga kita banyak menyaksikan acara-acara, perayaan yang sangat ramai diadakan secara rutin demi mencari sebuah fadilah, namun sayang tidak dilandasi dengan sunnah yang shahih.
  3. Masalah fadilah adalah masalah yang harus didasarkan pada petunjuk, bukan berdasarkan pada perasaan apalagi pertimbangan rasio, namun harus memiliki dalil yang jelas dan valid yang menerangkannya.

Senin, 20 Mei 2013

Hilyatul Auliya’ : Sejarah dan Biografi Ulama Salaf [ Jilid 1 ]

Sejarah hidup generasi Salaf  mengandung banyak sekali pelajaran yang berharga, petuah yang baik, petunjuk dan cahaya, kemenangan dan keberuntungan, kebahagiaan dan kesuksesan. Di sana ada penyucian karakter, pelembutan jiwa, pemantapan iman dan tauhid, dan pemandangan nyata mengenai komitmen terhadap agama. Dan boleh dikata sejarah hidup mereka adalah f igur yang bisa dijadikan sebagai contoh dan tauladan dalam segala hal.
Abdullah bin Mas'ud  -Rodliallohu Anhu- berkata,
"Barangsiapa ingin mencari tauladan, hendaklah ia mencari tauladan pada orang yang sudah mati. Karena orang yang hidup tidak terjamin aman dari ancaman fitnah."
Itulah jalan dan nasihat sahabat Abdullah bin Mas'ud, sebagai pedoman bagi kita dalam mencari suri tauladan. Sebab, manusia yang sempurna jumlahnya sangatlah sedikit.
Membicarakan kehidupan generasi seperti mereka akan menghidupkan hati dan membangkitkan semangat Oleh karena itulah ketika ulama besar Al Imam Abdullah bin Mubarak -rahimahulloh-  ditanya, "Mengapa anda tidak mau duduk bersama kami?" Dia menjawab," Aku pergi untuk duduk bersama para sahabat Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- ." Maksudnya adalah  beliau lebih memilih untuk belajar dan membaca buku-buku biografi dan sejarah hidup mereka.
Karena metode pendidikan yang bisa meresap ke dalam hati adalah membaca sejarah hidup orang-orang terkemuka.
 Begitu banyak buku-buku yang mengisahkan tentang perjalanan hidup, siroh, thabaqot, sejarah para Salaf, salah satu diantaranya kitab : Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya’ ( Perhiasan para wali dan tingkatan orang-orang ‘suci’),  sebuah kitab ensiklopedi Islam yang memaparkan sejarah dan biografi para ulama Salaf terdahulu secara detail. Dengan membawakan hadits dan atsar beserta sanad-nya.mencerikan sejarah hidup generasi islam mulai dari generasi Shahabat, Tabi’in, tabiut tabi’in dan seterus nay dari ulama-ulama Sunnah.
    Sistematika penyajian buku ini terbilang klasik, karena semua kisah dan biografi ulama Salaf disini diceritakan menggunakan hadits dan atsar lengkap, sehingga valliditas dan keontetikan ceritanya pun bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah lewat studi hadits dan atsar. Oleh karena itu buku ini menjadi referensi utama dalam disiplin ilmu Sejarah.
Kitab Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya’, ini ditulis oleh  Al Imam Abu Nu’aim Al Ashfani -rahimahulloh- ,Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Abdullah bin Ahmad Al-Ashfahani. Beliau lahir pada tahun 336 H, dan waf at pada tahun 430 H.

Imam Adz-Dzahabi -rahimahulloh- mengatakan,
"Dia adalah Imam Al-Hafizh (penghafal Hadis), Ats-Tsiqah (terpercaya), sangat alim, maha guru Islam."

Imam Al-Khatib Al-Baghdadi -rahimahulloh-  mengatakan,
 "Saya tidak melihat orang yang layak menyandang gelar Al-Hafizh selain dua orang: Abu Nu'aim Al-Ashfahani dan Abu Hazim Al-A'raj."

Ibnu Ahmad Al-Hambali -rahimahulloh- mengatakan,
"Abu Nu'aim adalah satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki isnad tertinggi yang disertai dengan kuatnya hafalan dan kedalaman pengetahuan dalam bidang Hadis dan disiplin ilmu-ilmunya." (lihat : SyadzaratAdz-Dzahab)

Ibnu Mardawaih -rahimahulloh-  mengatakan,
 "Abu Nu'aim adalah orang yang didatangi banyak orang pada zamannya. Di seluruh penjuru dunia ini tidak ada orang yang lebih baik sanad dan hafalannya daripada dia. Para huffadh (penghafal Hadis) dunia berkumpul di sisinya. Sehingga setiap hari menjadi giliran salah seorang di antara mereka untuk membaca apa yang dia inginkan sampai menjelang Dhuhur. Lalu ketika dia (Abu Nu'aim) pulang ke rumahnya, terkadang ada orang yang membaca satu juz di hadapannya selama di jalan dan dia sama sekali tidak mengeluh. Dia selalu sibuk dengan menulis atau menyampaikan Hadis."

Ibnu Khalkan -rahimahulloh- mengatakan,
 "Dia adalah Al-Hafizh yang sangat populer, penulis kitab Hilyah Al  Aulia,  Dia termasuk salah satu tokoh terkemuka dan salah seorang hafizh besar yang tsiqah (terpercaya)."

      Imam  Ibnu Taimiyah -rahimahulloh-  pernah ditanya tentang orang yang mau mendengarkan kitab-kitab Hadis dan Tafsir. Tapi ketika kitab Hilyatul Auliya’ dibacakan kepadanya, orang itu tidak mau mendengarkannya. Maka Ibnu Taimiyah -rahimahulloh-  menjawab, "Abu Nu'aim adalah salah satu penghafal Hadis terkemuka, penulis buku terbanyak, dan karya tulisnya banyak dimanfaatkan orang. Dia lebih besar daripada sekedar disebut tsiqah (terpercaya). Karena kualitasnya lebih tinggi daripada gelar itu, dan kitabnya (Hilyatul Auliya) adalah salah satu buku terbaik yang mengangkat kisah-kisah orang-orang zuhud. Meskipun demikian, di dalamnya terkandung Hadis-Hadis dan hikayat-hikayat yang batil." (lihat Majmu Al-Fatawa, I8/17)

Ibnu Nashiruddin Ad Dimasqi -rahimahulloh-  mengatakan,
"Ketika kitab Hilyatul Auliya selesai disusun, mereka membawanya ke Naisabur dan terjual dengan harga 400 Dinar."

Imam  Ibnu Katsir  -rahimahulloh- mengatakan,  "Abu  Nu'aim  Al-Ashfahani adalah seorang hafizh (penghafal Hadis) yang besar dan memiliki banyak karya tulis yang bermanf aat dan populer. Di antaranya adalah Hilyatul Auliya yang terdiri dari banyak jilid. Ini menunjukkan luasnya periwayatan,  banyaknya guru, kekuatannya dalam menelaah sumber-sumber Hadis dan banyaknya jalur yang dilaluinya."

Kritik terhadap Kitab ini
1. Banyak memuat Hadis maudlu (palsu), tanpa disertai keterangan.
2. Menyandarkan perilaku sufi kepada para sahabat terkemuka seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman, juga kepada para imam terkemuka selain mereka.
3. Menyebutkan hikayat-hikayat dan banyak hal tentang sufisme yang tidak boleh dikerjakan. Karena bisa jadi itu akan didengar oleh pemula yang sedikit ilmunya, dan mengira bahwa itu semua adalah baik kemudian diamalkan.
4.Terlalu banyak menyebutkan hal-hal yang bukan menjadi bagian dari tema sentral kitab ini (yaitu kisah tentang orang-orang zuhud). Misalnya, menyebutkan banyak cerita tentang orang-orang zuhud yang terkadang keluar dari pembicaraan tentang ibadah dan kezuhudan mereka.

Oleh karena itulah, dalam edisi terjemah ini diambilkan dari sumber kitab asli yang telah ditahqiq/ diteliti ulang :
1. diteliti  kitab dan mengakurasikan redaksi nya
2. mentahrij ayat-ayat Al Qur’an
3. mentakhrij hadits-hadits dengan disertai penjelasan tentang keshahihan atau kelemahannya dengan merujuk pada kitab-kitab Shahih lainnya.
4.menerangkan kata-kata yg sulit difahami makna dalam kitab asli nya.
dengan demikian, diharapkan, muslimin yang membaca dan mempelajari nya akan lebih mantap dan tanpa ragu dan khawatir akan kisah2 batil di dalam nya.
Inilah jilid 1, pembahasan tentang sejarah Sahabat Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam-

Hilyatul Auliya’ : Sejarah dan Biografi Ulama Salaf [ Jilid 1 ]
Judul asli : Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya’
Penulis :Al Imam Abu Nu’aim Al Ashfani -rahimahulloh-
Pentahqiq : Abdulloh Al Minsyawi, Muhammad Ahmad Isa, Muhammad Abdulloh Al Hindi
Fisik : Buku ukuran sedang, hardcover, 876 hlm
Penerbit : Pustaka Azzam
Harga Rp 193.000

Rabu, 06 Februari 2013

Atlas Al-Qur'an

Dalam khazanah keilmuan Islam, buku ini terhitung baru di bidangnya, belum pernah ada sebelumnya.
Buku ini akan sangat membantu umat Islam untuk membuktikan kebenaran berbagai fakta sejarah dan kejadian serta keberadaan umat-umat terdahulu yang disampaikan oleh al-Quran. Pembuktian ini diperkuat lagi oleh atlas yang memperjelas letak dan posisi tempat kejadian, tempat tinggal suatu kaum, dan berbagai peristiwa penting yang tidak sempat diabadikan.
Tentang tempat turunnya Adam dan Hawa dari surga misalnya, atau tempat pembunuhan Habil dan kuburannya, atau daerah yang dulu sempat dilanda banjir besar yang menewaskan kaum Nabi Nuh as., atau negeri yang menjadi tempat pembinasaan kaum Nabi Luth yang memiliki kebiasaan homoseksual, atau bahkan kisah pembelahan laut oleh Nabi Musa; kisah Ashabul Kahfi, Ashabul Jannah, Ashabul Fiil, Iramadzatil Imad, Ashabul Ukhdud, Ashabul Rassi, atau Rihlatasy Syitaa'i wash Shaif, atau kisah nyata peperangan yang pernah dijalani Rasulullah saw., perjalanan hijrah, haji wada', sampai ketika ajal menjemput beliau. Semua itu dikupas secara mendalam dengan menggambarkan tempat kejadian melalui peta dan foto untuk memperjelas sekaligus membuktikan bahwa sejarah yagn disampaikan al-Qur'an itu bukan dibuat-buat apalagi direkayasa.
Metode ini sengaja digunakan Dr. Syauqi Abu Khalil, penulis buku ini, untuk mempermudah para pembaca dalam emenmukan letak geografis dari sebuah kejadian sekaligu mengenali nama-nama tempat monumental yang disebutkan di dalam al-Qur'an. Gunung Baudza, tempat pertama kali Adam diturunkan misalnya, yagn mungkin banyak orang yang tidak mengetahuinya. Demikian juga dengan Ashqelon, tempat di nama nabi Sulaiman as. dulu mendengar percakapan sekawanan semut. Dan, masih banyak lagi tempat kaum, dan berbagai kejadian penting yang disebutkan al-Quran yang oleh penulis buku ini dicoba untuk dijelaskan secara gamblang.

Buku Yang Membahas Transaksi Keuangan dan Bisnis Modern

 https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTBXGbqs3fZkJ-e962OqmwGH3EaUzO85cbG1VsURTwzxcqOtX1p


Perkembangan ekonomi modern yang dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran barat dewasa ini, perekonomian dunia ke arah yang salah, menyebabkan penindasan ekonomi, kemiskinan struktural dan lainnya, yang berakibat langsung pada perilaku moral manusia, yang mempengaruhi perkembangan teori-teori ekonomi yang menjadi panutan tersebut. Perilaku ekonomi yang tidak diatur dalam bingkai moral yang kuat akan menjadi destruktif bagi alam dan peradaban manusia, karena salah satu di antara ciri makhluk ekonomi menurut teori barat adalah serakah, suatu sifat yang sangat berbahaya, dan tidak diatur oleh ekonomi barat yang sepenuhnya hanya berorientasi pada keuntungan materi. Hal ini sangat berbeda dengan Islam yang merupakan satu-satunya agama yang dengan sangat jelas dan rinci mengatur setiap tatanan dalam kehidupan manusia termasuk perilaku ekonomi. Dalam Islam perilaku ekonomi dan para pelakunya tetap berjalan dalam koridor yang jelas serta memiliki tujuan yang jelas pula, sehingga para makhluk ekonomi dalam Islam justru menjadi cahaya bagi alam dan peradaban manusia. Sayangnya kebanyakan pakar-pakar ekonomi di antaranya dari kalangan Muslim, hanya sedikit -kalau tidak bisa dikatakan tidak ada-yang memiliki kepedulian terhadap sumber-sumber agamanya sebagai rujukan. Kebanyakan mengadopsi mentah-mentah teori ekono-mi barat sebagai dasar pijakannya. Ketidakpedulian ini bisa jadi disebabkan karena kurangnya bahan rujukan yang pas bagi para pelaku ekonomi Muslim, sementara literatur tentang teori-teori ekonomi barat sangat banyak dan mudah diperoleh. Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah satu upaya besar yang dilakukan oleh dua orang ulama kontemporer untuk mengupas, membahas, dan menyajikan sistem serta metode Islam dalam memandu bisnis modern sekarang ini. Isi buku ini amat sulit untuk diungkapkan dengan ringkas, namun baru bisa dirasakan manfaatnya yang amat besar bila dibaca secara runtut dan dipahami secara benar. Sebuah tantangan serius bagi kalangan pebisnis Muslim modern.

Mengenal Kitab Tafsir As Sa'di



Semua kita insya Allah sepakat akan pentingnya memahami al-Qur`an, dan untuk memahaminya adalah melalui buku-buku tafsir yang telah ditulis oleh para ulama. Tapi ini tidak cukup, karena di samping itu harus pula memperhatikan keshahihan manhaj dalam menfsirkan al-Qur`an. Dan salah satu sisi penting buku tafsir kita ini, bahwa penulisnya adalah salah seorang ulama yang teguh berpijak di antara manhaj Ahlus Sunnah.

Dalam pengantarnya, al-Allamah Ibnu Utsaimin berkata, Tafsir ini adalah sebaik-baik buku tafsir, karena memiliki banyak keistimewaan, di antaranya adalah disuguhkan dengan gaya bahasa yang sederhana dan jelas yang dapat langsung dipahami oleh orang yang terpelajar maupun orang awam. Keistimewaan lainnya, bahwa kitab ini menghindari kalimat-kalimat sisipan yang bertele-tele yang tidak ada manfaatnya yang hanya akan membuang-buang waktu. Yang lainnya adalah menghindari perbedaan pendapat dalam penafsiran, kecuali yang prinsipil yang memang harus disebutkan. Keistimewaan lainnya adalah bahwa buku ini tegak di atas manhaj as-Salaf ash-Shalih yang merupakan asas dalam akidah yang lurus. Dan keistimewaan lainnya adalah rinci dalam mengambil kesimpulan yang ditunjukkan oleh ayat-ayat, berupa: faidah-faidah, hukum-hukum, dan hikmah-hikmah. Sebagai contoh, Syaikh as-Sa'di, penulis, menyebutkan faidah dari ayat wudhu dalam Surat al-Ma`idah, tidak kurang dari lima puluh faidah. Demikian Ibnu Utsaimin sampaikan secara ringkas.

Keistimewaan-keistimewaan yang disebutkan oleh al-Allamah Ibnu Utsaimin tersebut adalah urgensi pokok dari buku tafsir kita ini.

Dari sisi lain, buku tafsir as-Sa'di ini telah dirokumendasikan oleh banyak para ualam, sebagai buku tafsir primer bagi setiap muslim.

TENTANG PENULIS

Beliau adalah Syaikh al-Allamah al-Faqih, Abdurrahman bin Nashir bin Abdullah as-Sa'di.

Beliau berguru kepada ulama-ulama besar di zaman beliau, dan itulah yang mengantarkan beliau muncul menjadi seorang ulama terpandang, bahkan dari didikan dan gemblengan beliaulah muncul Imam Ibnu Utsaimin yang tersohor hingga ke ujung dunia.

Beliau dikenal sebagai seorang yang memiliki akidah bersih dan tegak di atas manhaj as-Salah Shalih. Lebih dari itu, beliau dikenal sebagai seorang yang memiliki perhatian besar kepada karya tulis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid beliau yang penuh bakti, Ibnul Qayyim al-Jauziyah.

Syaikh as-Sa'di adalah salah seorang ulama yang terpandang, sehingga para ulama besar Ahlus Sunnah abad dua puluh mengenang beliau dengan penuh hormat dan pujian.

Imam Ibn Baz rahimahullah berkata tentang beliau, Syaikh Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah adalah seorang yang luas ilmu fikihnya, dan memiliki perhatian yang serius terhadap yang rajih berdasarkan dalil dari masalah-masalah khilafiyah…. Tidak hanya sekali saya telah menghadiri majelis beliau di Riyadh; beliau tidak banyak bicara kecuali dalam masalah-masalah ilmu. Beliau juga seorang yang tawadhu' (rendah hati), berakhlak mulia. Siapa yang membaca kitab-kitab karya tulis beliau, akan mengetahui keutamaan, ilmu dan perhatian beliau terhadap dalil. Maka semoga Allah melimpahkan rahmat yang luas bagi beliau.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah juga berkata tentang penulis tafsir ini, Sebatas telaah saya terhadap tafsir beliau ini, jelas bagi saya bahwa beliau adalah seorang yang teliti dan selektif dalam memilih pandangan agar berdasar kepada kaidah-kaidah Syari'at, dan beliau sama sekali bukan seorang yang kaku dan fanatik. Saya telah bertemu beliau di Damaskus sebelum empat puluh tahun lebih, dan saya telah mendapatkan ilmu yang banyak dari beliau. Dan saya melihat langsung pada diri beliau sifat tawadhu' seorang ulama, dan beliau dalam hal ini adalah sebagaimana pada umumnya ulama-ulama Najed, yang mengingatkan kepada kita akan akhlak dan sikap tawadhu' para ulama terdahulu.

Komentar dua orang imam besar Ahlus Sunnah ini kami kira lebih dari cukup untuk menggambarkan tingginya kedudukan penulis tafsir ini dari segi ilmu dan keutamaan, serta pentingnya mengkaji buku tafsir beliau ini.

ISI DAN METODOLOGI TAFSIR AS-SA'DI SECARA UMUM

Di awal buku ini Syaikh as-Sa'di, menulis semacam peringatan penting mengenai metodologi beliau dalam tafsir ini. Beliau berkata, Ketahuilah bahwa metode saya dalam tafsir ini adalah bahwa saya menyebutkan makna-makna yang hadir di benak saya. Dan saya tidak hanya mencukupkan dengan menyebutkan apa yang berkaitan dengan tema-tema sebelumnya, lalu tidak menyebutkan apa yang berkaitan dengan tema-tema (serupa) yang datang kemudian; karena Allah menyebutkan ciri khas Kitab al-Qur`an ini sebagai yang diulang-ulang; dimana kabar-kabar, kisah-kisah dan hukum-hukum serta tema-tema yang bermanfaat bagi suatu hukum yang besar, disebutkan secara berulang-ulang. Dan Allah memerintahkan untuk merenungi semuanya; karena di dalam itu semua terdapat tambahan ilmu dan pengetahun, kebaikan lahir dan batin, dan demi memperbaiki segala urusan dengannya.

Syaikh al-Albani pernah ditanya tentang Tafsir kita ini , dan beliau menjawab, Buku tafsir tersebut sangatlah baik dan memiliki pembahasan yang baik pula. Metode penafsiran buku kita ini sangatlah sederhana, yaitu hanya dengan menyebut penggalan ayat, lalu menyebutkan maknanya secara simpel, tanpa menyebutkan berbagai perkataan yang melebar sampai hal-hal yang faidahnya hanya sedikit. Tetapi langsung kepada makna inti ayat, dan dengan bahasan yang lugas, sehingga dengan mudah seorang pembaca dapat menyimpulkan apa yang dimaksud oleh ayat bersangkutan.

Sebagai contoh:

Firman Allah Ta'ala, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْن (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan).

Kata penulis, Maknanya: kami khususkan Engkau semata dengan ibadah dan isti'anah (memohon pertolongan); karena didahulukannya obyek mengandung makna pembatasan, yaitu penetapan hukum bagi yang disebutkan dan menafikannya dari selainnya. Maka seakan-akan seseorang berkata, Kami menyembahMu saja dan tidak menyembah selainMu, memohon pertolongan hanya kepadaMu dan tidak meminta pertolongan kepada selainMu.

Didahulukannya penyebutan penyembahan (ibadah) daripada memohon pertolongan adalah mendahulukan yang umum dari pada yang khusus, dan juga sebagai sebuah perhatian untuk mendahulukan hak Allah di atas hak hambaNya.

Ibadah (penyembahan) adalah satu nama yang mencakup apa-apa yang dicintai dan diridhai Allah dari perbuatan dan ucapan, yang zhahir dan yang batin. Dan isti'anah (memohon pertolongan) adalah bersandar kepada Allah dalam usaha mendapatkan kebaikan dan menolak kemudaratan disertai dengan keyakinan penuh terhadap Allah untuk dapat meraih hal tersebut.

Dan menegakkan ibadah dan isti'anah kepada Allah adalah sarana untuk meraih kebahagiaan abadi dan keselamatan dari semua keburukan. Maka tidak ada jalan untuk meraih keselamatan kecuali dengan menegakkan keduanya….

Contoh berikutnya:

Firman Allah Ta'ala,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

(Tunjukilah kami jalan yang lurus). Kata Syaikh as-Sa'di, Maksudnya: tuntunlah kami, bimbinglah kami, dan arahkan kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan yang jelas yang menghantarkan kepada Allah dan kepada surgaNya, yaitu mengetahui kebenaran dan melaksanakannya. Maka tunjukilah kami kepada jalan yang lurus dan tunjukilah kami di jalan yang lurus itu. Petunjuk kepada jalan yang lurus adalah berpegang teguh kepada Agama Islam dan meninggalkan agama-agama selainnya, dan petunjuk di jalan yang lurus adalah mencakup petunjuk kepada semua rincian Agama dari segi ilmu dan amal. Maka doa ini adalah di antara doa yang paling simpel tetapi bermakna luas dan paling bermanfaat bagi seorang hamba; dan karena inilah seorang hamba diwajibkan untuk berdoa dengannya dalam setiap rakaat dari Shalatnya, karena itu adalah suatu yang sangat mendasar.

Jalan yang lurus itu ialah:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

(jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka), yakni, dari para nabi, orang-orang yang benar (dalam beriman), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih.

غَيْرِ (bukan) jalan الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ (mereka yang dimurkai), yaitu yang mengetahui kebenaran namun meninggalkan kebenaran tersebut, seperti orang yahudi dan orang-orang yang memiliki sikap seperti mereka. Dan bukan pula jalan الضَّالِّينَ (orang-orang yang sesat), yaitu orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatan, seperti orang-orang Nasrani dan orang-orang yang memiliki sikap seperti mereka. Maka surat al-Fatihah ini, sekalipun sangat pendek (simpel), memuat kandungan yang tidak dimuat oleh satu surat pun di antara surat dalam al-Qur`an. Di mana Surat al-Fatihah ini memuat macam tauhid yang tiga…. (Demikian Syaikh as-Sa'di secara ringkas).

Kutipan ini mudah-mudahan cukup jelas menggambarkan metode penafsiran beliau dalam buku tafsir kita ini.

KEISTIMEWAAN TERBITAN EDISI PUSTAKA SAHIFA

1. Diberi pengantar oleh dua orang murid besar penulis, Syaikh as-Sa'di, yang keduanya kemudian juga muncul sebagai ulama terkemuka, yaitu:
- Imam al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, yang muncul menjadi salah seorang anggota Hai`ah Kibar al-Ulama`.
- Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz al-Uqail, ketua Dewan tetap al-Majlis al-Qadha` al-A'la di Saudi Arabia.
2. Naskah yang kami terbitkan ini ditahqiq dan ditakhrij oleh Syaikh Sa'ad bin Fawwaz ash-Shumail.
3. Masing-masing kelompok ayat telah kami pisah-pisah, lalu memuat tafsirnya secara sepenggal demi sepenggal, sehingga mudah untuk dicerna secara tematik.

DATA BUKU

Judul Asli : Taisir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannan
Judul Terjemah : Tafsir al-Qur`an
Penulis : Syaikh al-Allamah Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di
Diberi Pengantar :
- Imam al-Allamah Ibnu Utsaimin, murid penulis.
- Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz al-Aqil
Pentahqiq : Sa'ad bin Fawwaz Ash-Shumail
Tebal buku :  7 jilid lengkap, 
Ukuran : 16 x 24,5 cm.
Penerbit : PUSTAKA SAHIFA  dan Darul Haq – Jakarta,

Sumber : darulhaq.com